Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Muhasabah disisa umur

Waktu terus berlalu, detik demi detik hari demi hari tahun demi tahun terus silir berganti dan terus bertambah. Aku tidak bisa menghentikan waktu yang berputar atas kodtrat tuhan. Aku tidak bisa memperpanjang waktu siang dan malam menjadi lebih lama. Mau tidak mau semua harus berlalu berjalan seperti biasanya. 
Hingga akhirnya tak terasa kini bilangan usiaku menjadi bertambah menjadi 28th,  itu artinya jatahku menempati bumi semakin berkurang. Karena setiap makhluk tuhan akan mengalami kepunahan dimasa depan yang terus berjalan. Yang jelas semakin lama akan semakin tua,  masa tua yang semakin rapuh tak berdaya dan akhirnya musnah.  

Disisa umur yang semakin mendekati angka degradasi kehidupan ini.  Aku harus selalu menyiapkan diri untuk menghadapi hal tersebut kapanpun itu tiba. Ingin hati bisa memanjaangkan waktu menjadi lama agar bisa berlama-lama dalam eforia kehidupan yang penuh warna,  tapi apa daya waktu sudah terbatas 24jam yang terlalu amat singkat bila kita gunakan hanya untuk bereforia untuk hal-hal yang tak berguna.  Namun waktu yng singkat ini bisa menjadi seakan-akan lebih lama bila kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam perbaikan amal.  Perbaikan ibadah menjalankan perintah Tuhan Yang Maha Esa. Memperbaiki diri untuk meningkatkan kualitas hidup diwaktu yang terbatas ini. Mewujudkan target & impian yang masih sebatas ada di angan-angan.  Andaikata  hal tersebut terwujud terasa waktu yg aku jalani akan menjadi lama. Karena aku sadar selama 28th ini aku belum punya andalan amal apapun,  aku belum punya karya yang berharga buat investasi di alam baka nantinya.  Aku masih banyak dosa dibandingkan banyaknya ibadah. Aku masih banyak membuang waktu dibandingkan memanfaatkan waktu untuk mewujudkan target dan harapanku. Dan aku sadari hal itu . 

Oleh sebab itu,  dihari jadiku ini aku ingin bermuhasabah atas sisa umur yang aku jalani nanti.  Aku tidak boleh terlena lagi,  aku harus lebih baik lagi,  meningkatkan kualitas ibadah dan kuantitas amal jariyah. Selama 28th aku belum berjariyah  untuk agama nusa dan bangsa dalam berkarya. Aku belum bisa sepenuhnya mewujudkan impian guru & orang tuaku yang semua itu menjadi target hidupku selama ini.  Namun disisa umur ini,  aku harus bisa memaksimalkan dengan baik. Tahun ini harus menjadi lebih baik dari Tahun kemarin dan Tahun esok harus lebih baik dari Tahun ini☺. 

Semoga dihari jadiku ini,  Allah selalu merahmati dan mridhoiku atas niat baikku. Semoga aku diberikan umur yang panjang barokah menebar manfaat bagi semua insan & alam semesta. Diberikan kelancaran rizki untuk berbagi, dipertemukan jodoh yang sesuai dengan idaman hati. dimudahkan segala urusan duniawi untuk kepentingan ukhrowi. Dikabulkan semua hajat yang masih terserat.  Amiiin ya robbal alamin.

Dan terakhir kalinya sebelum aku akhiri coretan ini, tak lupa aku ungkapkan syukur "al hamdulillahirobbil alamin, segala puji kehadirat ilahi, atas beribu-ribu keni'matan yang telah diberi berupa iman & islam yang masih melekat dalam hati. Masih diberi Umur yang panjang hingga mencapai umur saat ini .  Kesehatan & kenyamanan yang kurasakan selama ini merupakan ni'mat tuhan yang tak bisa aku pungkiri. Akhir kata "Hamdan wa Syukuron laka ya Allah ya robbil izzati".


Coretan@fivwae
Jakarta, 25 Juni 1987

2 komentar untuk "Muhasabah disisa umur"