Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ke Pondok ! Kenapa Harus Takut

Program Ayo Mondok Nasional dilaunching pada tanggal 1 Juni 2015 di kantor PBNU Jakarta Pusat. Sebuah program yang mengajak para warga Indonesia untuk ke pondok atau belajar di pondok pesantren. Mondok adalah konsep dasar menuntut ilmu agama di bawah asuhan kyai dan menjadi seorang yang dikenal dengan santri. Santri adalah sebutan yang lazim bagi pelajar yang belajar di pondok pesantren yang diasuh atau dibina oleh sang kyai. Kata pondok berasal dari funduq (bahasa Arab) yang artinya ruang tidur, asrama atau wisma sederhana, karena pondok memang sebagai tempat penampungan sederhana dari para pelajar atau santri yang jauh dari tempat asalnya.

Kenapa harus meragukan keberadaan pondok pesantren yang merupakan sistem pendidikan warisan leluhur Nusantara. Jadi pesantren bukanlah hal asing di negri kita, tak heran bila pesantren merupakan basis pemberdayaan pendidikan agama yang sukses di sepanjang sejarah. Kaderesasi dan sistem yang transformatif menjadikan pesantren sebagai bentuk pendidikan alternatif. Pembelajaran pesantren tidak menoton dengan sistem keagamaan saja namun ada upaya upgrading pengembangan pendidikan modern saat ini. Namun pendidikan sistem klasik tetap tidak ditinggalkan dipesantren , itulah yang menjadi khas dari pesantren itu sendiri. "Al-muhafadlotu 'ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah" menjaga nilai-nilai lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik, itulah yang menjadi prisnsip di pesantren.

Kajian kitab klasik atau kitab kuning adalah hal yang wajib di pesantren, yang tidak boleh lepas dari pesantren itu sendiri. Meskipun pesantren sudah mengupgrade pendidikan formal, namun pendidikan kitab kuning tidak pernah lenyap dari pesantren itu sendiri. Itulah khas pembelajaran di pondok pesantren, sehingga model-model di pesantrenpun beragam, adakalah pesantren salaf yang menerapkan pendidikan model salafi murni tanpa mencampurkan dengan pendidikan umum atau formal. Adakalanya pesantren model khalaf atau pesantren modern yakni mengadopsi dua sisitem pembelajaran salafi dan modern dengan menambah subyek materi-materi umum atau formal. Biasanya pendidikan khalaf tersebut mempunyai 2 jenis kegaiatan madrasah yakni madrasah formal (SLTP - SLTA) dan madrasah diniyah (materi keagamaan).


Banyak hal kenapa orang tua penting memondokkan anaknya di pesantren yang benar. Menurut pengalaman dari sumber yang penulis dapatkan dan terbukti dengan pengalaman penulis sendiri, ada beberapa hal kenapa penting menempuh pendidikan di pesantren, tentunya pesantren yang berada di bawah asuhan kiai-kiai Nahdlatul Ulama (NU). Di antaranya ; *Pertama, pesantren NU memiliki sanad keilmuan yang jelas. Segala yang dipelajari di pesantren NU bisa dipertanggungjawabkan. Jika kita runtut, ilmu yang dikonsumsi alurnya jelas sampai kepada Nabi Muhammad SAW. Oleh karenanya, kita tak perlu khawatir atas kebenaran ilmu yang dipelajari di pesantren NU. Karena itu sudah sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW yang besok bertanggung jawab dihadapan Allah Yang Maha Esa.

Kedua, pesantren mengajarkan kita untuk tidak berpikir oposisi-binner. Sebuah gaya berpikir yang selalu mempertentangkan setiap perbedaan. Tak heran, jika gerakan feminisme menjadi kekuatan matriarki yang menindas kaum lelaki, semisal. Atau sosialisme menentang otoriterianisme, lalu menjadi otoriterianisme dengan bentuk baru. Nah, di pesantren kita diajarkan bahwa perbedaan itu adalah sunnatullah. Perbedaan tidak perlu dipertentangkan, akan tetapi disikapi secara arif agar bisa berjalan beriringan.

Ketiga, kita dikenalkan tentang konsep barokah. Dalam kehidupan pesantren, barokah menjadi hal penting yang dijadikan pegangan santri. Sering kali kita mendengar,  setinggi apapun ilmu yang didapatkan jika tidak mendapatkan barokah Kiainya, maka ilmu yang didapat akan sia-sia. Dalam pandangan pesantren tabarrukan atau biasa disebut barokah mempunyai makna penambahan kebagusan dari Allah, ziyadatul khair. Artinya, setiap waktu semakin bertambah baik. Barokah merupakan sebuah kekuatan rasa yang dimiliki oleh Kiai dan dipercaya mampu melegitimasi ilmu yang diperoleh santri, manfaat atau tidak. Barokah tidak semata-mata bisa hadir dari seorang Kiai. Artinya, untuk mendapatkan titel bahwa seorang Kiai memiliki kekuatan barokah biasanya terletak pada sejauhmana Kiai tersebut memiliki karomah.

Keempat, dari pesantren kita akan diajarkan bagaimana bersosial. Tanpa disadari, dalam kehidupan santri menyimpan segudang pelajaran hidup. Hal sederhana, semisal bagaimana santri makan bersama dengan menggunakan talam. Dari situ kita bisa lihat, bahwa kebersamaan dalam pesantren itu sangat diutamakan. Tanpa melihat dari mana asalnya, miskin, kaya bahkan keturunannya. Pesantren tak pernah mengenal kasta, semua diperlakukan sama, santri.

Kelima, selain persoalan di atas, hal paling penting yang bisa didapat dari pesantren adalah "Akhlak". Akhlak yang dimaksud di sini bukan sekedar persoalan etika semata. Karena etika lebih kepada persoalan pola sikap dan pola ucap. Semisal, seorang koruptor yang sosialnya bagus tidak bisa dikatakan berakhlak. Karena apa yang ia lakukan tidak sesuai dengan kebenaran hatinya.


Namun dalam hal ini pesantren tidak hanya belajar tentang agama saja melainkan semakin komplek yang dipelajari, sosial ekonomi, teknologi, agama dan kebangsaan. Pendidikan pesantren merupakan pendidikan alternatif dewasa ini. Pengembangan pendidikan yang memberikan solusi dalam era globalisasi saat ini, pendidikan solusi untuk mengatasi berbagai masalah negri. Pembelajaran pesantren yang berbasis Athi 'ullah wa 'atiurrolsul wa ulil amri minkum" merupakan salah satu pondasi untuk memperkuat keutuhan negri yang berbasis Iman dan Taqwa. Pesantren bukanlah sarang teroris yang mengancam negri, tapi pesantren adalah basis untuk menjaga keutuhan negri, karena pada dasarnya pesantren mengajarkan pada santrinya untuk menerapakn dalil  "hubbul wathon minal iman".








*
Bersumber dari Broadcast Whatsapp

Posting Komentar untuk "Ke Pondok ! Kenapa Harus Takut"